Rujak Kuah Pindang Khas Bali
23 October 2011 - adhik
Sesuai namanya, rujak kuah pindang memang menggunakan saus yang berasal dari kaldu ikan pindang. Ikan yang dipindang beragam, mulai dari jenis tuna hingga lemuru (sarden). Uniknya, ikan lemuru atau yang lebih dikenal dengan ikan sarden (dan lebih dikenal lagi di Bali dengan sebutan ikan "kucing") akan memberikan aroma dan rasa kaldu pindang yang cenderung lebih kuat, akan tetapi cenderung lebih keruh. Buah-buahan yang digunakan dalam rujak kuah pindang tidak berbeda jauh dengan rujak kebanyakan, seperti mangga, jambu, mentimun, bengkoang, kedondong, belimbing, pepaya mengkal (agak masak tapi dagingnya masih cukup keras), dsb. Berikut saya akan paparkan resep rujak kuah pindang yang secara turun-menurun saya warisi sebagai orang Bali selatan yang cenderung dekat dengan budaya pantainya ini:
Bahan-Bahan Rujak Kuah Pindang:
- 300-500 gram ikan "kucing" segar
- garam secukupnya
- daun salam secukupnya
- 3 batang serai
- Terasi udang
- gula pasir atau gula aren/jawa
- cabai secukupnya
- petis secukupnya
- Bersihkan ikan, buang jeroannya, lalu lumuri dengan garam secukupnya.
- Panaskan air, lalu masukkan ikan, daun salam, dan serai.
- Rebus 15-30 menit hingga ikan matang dan kuah kaldu cukup keruh. Cicipi untuk merasakan tingkat keasinan. Silakan tambahkan garam jika dirasa kurang.
- Angkat, diamkan sejenak, lalu saring air kaldu ikan.
- Bersihkan buah-buahan rujak favorit anda, potong dan iris tipis.
- Panggang terasi sebentar, lalu ulek dalam ulekan atau cobek yang sudah dibersihkan.
- Tambahkan gula, garam, cabai, dan petis secukupnya ke dalam cobek lalu ulek kembali.
- Tambahkan kuah pindang ke dalam cobek, lalu aduk rata.
- Masukkan buah-buahan yang sudah dipotong tipis, lalu aduk rata.
- Rujak kuah pindang sudah siap, angkat dan hidangkan.
Plain, Sour, and Salty dengan Kripik Tempe
Sumber






0 komentar:
Posting Komentar